Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 November 2017

Toga di Bulan November


Adalah salah satu mimpi yang menjadi kenyataan.
Adalah satu langkah menuju mimpi berikutnya.

Alhamdulillah.

Allah lagi-lagi memberikan nikmat yang amat besar kepada saya dibulan ini. Saya dapat merasakan betapa  bahagianya kedua orangtua ketika melihat saya menggunakan toga beserta aksesoris wisuda. Terlihat jelas dirawut  wajah mereka, yang seakan pada hari itu, lelahnya mereka mencari uang untuk sekolah  anaknya sudah terbayarkan.

Sebelum mengenakan toga dibulan November ini, ada begitu banyak perjuangan yang ditempuh, ada air mata yang mengalir, ada diskusi panjang yang terjadi, tidak sedikit keluhan yang muncul, dan ada perjuangan yang begitu besar dari orangtua yang selalu mengusahakan apapun sehingga dibulan ini, saya, menjadi seorang sarjana.

Terspesial untuk Allah yang Maha Baik, segala puji bagi-Mu ya Rabb. Terimakasih ya Rabb karena telah memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang hamba temui. Terimakasih ya Rabb, Engkau telah memudahkan setiap urusan hamba, tanpa kemudahan dari-Mu tak akan ada toga dibulan November. Terimakasih untuk semua nikmat yang tidak bisa hamba hitung saking begitu banyaknya. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Dan terkhusus untuk mama dan papa, terimakasih sudah memberikan apapun yang saya butuhkan, juga yang saya inginkan. Terimakasih karena telah meridhoi langkah-langkah yang saya ambil. Terimakasih sudah menjadi penyempurna dikehidupan saya.  Ma, pa, Toga dibulan November ini adalah hal kecil yang bisa saya hadiahkan untuk mama papa. Tunggu ya ma, pa, sebentar lagi akan ada hadiah yang jauh lebih besar siap dihadiahkan untuk mama papa.

Dan tidak lupa, untuk kamu-kamu yang selalu ada bersama saya, saudara, teman, sahabat, terimakasih sudah mau membantu dikala susah. Terimakasih karena selalu ada dikala butuh. Teimakasih untuk kebaikan-kebaikan yang telah kalian beri. Sungguh, saya selalu berdoa semoga kebaikan yang kalian beri untuk saya,  langsung Allah ganti dengan  kebaikan yang lebih baik.

Ditulis dengan suka cita,



winda yang sudah diwisuda.


Jumat, 15 September 2017

YUDISIUM

Alhamdulillah, hari ini saya adalah satu diantara 180-an orang yang di yudisium. Bahagia, secara resmi dibelakang nama saya ada embel-embel “S.Farm” nya.

“Winda Pratama, S.Farm”

Btw, gelar sarjana ini jika diingat ke empat tahun belakang cukup penuh dengan suka cita, drama, hingga air mata.

Boleh flashback?

Ah, waktu berjalan begitu  cepat ya. Eh, bukan saja berjalan begitu cepat, rasanya seakan berlari. Iya, rasa-rasanya baru kemarin saya selesai ospek, yang tulisannya masih tersimpan rapi disini. Baru kemarin juga ngerasain capeknya kuliah yang pergi sunrise, pulang sunset. Yang hujan panas ditempuh. Yang kemana-mana bawa kotak praktikum. Yang ngerasa bangga pake jaslab diluar labor (sumpah ini norak banget).  Yang ketemu 3-4 kali praktikum dalam 1 minggu. Yang lelahnya luar biasa. Yang terkadang punya pikiran untuk menyerah, tapi masih punya tekad meraih cita-cita. Sampai ke drama per-skripsi-an yang berepisode-episode lamanya. Yang Alhamdulillah tenyata  masa-masa sulit itu terlewati juga.

Dan sekarang?

Alhamdulillah, lelah itu menghasilkan buah yang manis siap dipetik. Lelah itu tau kemana harus berlabuh. Lelah itu percaya bahwa hasil tak akan pernah mengkhianati usaha. Lelah itu berharga, dan telah terbayarkan, tunai. 

Dan, disini saya sangat ingin berterimakasih untuk semua orang yang ikut terlibat dalam pencapaian gelar yang resmi ini. Untuk semuanya, dengan adanya kalian, saya merasa bahagia. Sebahagia-bahagianya orang yang sedang bahagia. 


Ditulis dengan bahagia, 


 Winda.

Minggu, 03 Juli 2016

Praktik Kerja Lapangan

Waktu, terasa lama jika ditunggu.

Inilah yang saya rasakan pada minggu pertama melaksanakan kewajiban Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dua tempat. Tempat pertama: RS BHAYANGKARA, mulai praktik dari jam 08.00 – 14.00. Tempat kedua: APOTEK GRACIA, dari jam 16.00 – 21.00. Rutinitas ini berlangsung selama dua minggu berturut-turut. Dengan waktu dua minggu tersebut, yang pada awalnya ngerasa terbebani, capek, lelah, dan segala bentuk keluhan lainnya, hingga sampai di hari-hari terakhir yang udah terbiasa, jadi ngerasa betah dan ngerasa "kok dua minggunya cepet banget ya.."

Sebagai calon Apoteker yang masih berjuang mendapatkan gelar S.Farm, di tempat PKL ini lah saya baru tau bagaimana menyelaraskan antara teori yang dipelajari dikelas, dengan kenyataan yang ditemukan dilapangan. Yang biasanya dikelas hanya sebatas teori yang ditunjang dengan referensi, setibanya dilapangan, adalah bagaimana sikap yang akan kita lakukan terhadap  teori yang telah ada.

Di lahan PKL, banyak sekali ilmu-ilmu baru yang saya dapatkan. Mulai dari  belajar membaca resep, menyiapkan, memahami indikasi, serta bagaimana cara penggunaan dari obat-obat yang dibutuhkan pasien. Disamping itu, saya belajar pula bagaimana memberi Pelayanan Informasi Obat (PIO) kepada pasien dengan berbagai macam latar belakang. Belajar tentang pemesanan obat, penyimpan obat, serta belajar bagaimana meracik obat dengan tepat waktu. Nah, untuk hal meracik ini, selain harus tepat waktu, yang perlu diperhatikan adalah tepat dosis. Iya, soalnya yang akan kita racik disini adalah obat yang akan dikonsumsi pasien, bukan lagi ngeracik obat hanya untuk dapetin nilai praktikum  MK Farmasetika Dasar. Jangan sampai asal-asalan, ya. Harus hati-hati.

Alhamdulillah, pengalaman baru pun terukir. Terimakasih untuk kakak-kakak yang sudah membimbing saya dari awal. Barakallah untuk ilmunya ya, Kak. Terimakasih pula rekan-rekan sejawat yang menjadi partner dua minggu ini.  Yang awalnya kita gak deket-deket amat dikampus, akhirnya sedikit banyak jadi tau sifat masing-masing. Semoga kita jadi Apoteker-apoteker yang sukses dimasa depan, ya.




Jambi, 20 Juni 2016 - 2 Juli 2016



   -win-          

Jumat, 26 Februari 2016

SEMESTER LIMA


Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Pada kesempatan kali ini saya mau berterimakasih yang amat sangat kepada Allah karena masih memberikan umur, rezeki, serta kesehatan. Terimakasih pula kepada Mama, Papa dan Adik yang tiap hari selalu jadi ‘alarm’ untuk mengingatkan sholat, makan, dan belajar. Terimakasih juga atas uang bulanan yang selalu dilebihkan ya, Ma Pa. Ohya,  nggak ketinggalan, thanks to semester lima yang melelahkan!

Sesuai judul dari tulisan ini, topik yang akan saya bahas kali ini mengenai suka duka nya jadi mahasiswa semester lima khususnya mahasiswa farmasi. Cocok banget nih buat kamu adek-adek semester bawah yang penasaran dengan ‘gimana sih kak jadi mahasiswa semester 5 itu?’  semoga tulisan ini bisa  sedikit memberi informasi. Itupun jika ada.

Mulai  ya.

Sebelum masuk semester lima, saya sudah mendapat kabar burung dari kakak tingkat yang dengan sangat  cepat beredar. Kabarnya itu bukan sekedar kabar burung semata, tapi benar-benar fakta. Iya, jadi gini, pas akhir-akhir semester empat lalu, kita dapat info dari kakak-kakak tingkat kalo semester lima itu semester yang paling sulit, paling capek, paling banyak keluar duit, paling ribet, paling-paling deh pokoknya. Dan ternyata infonya itu akurat, berimbang, dan terpecaya. Yang kita dapatkan pada saat itu emang sih hanya kabar buruknya aja. Tapi setelah dijalani, ternyata ada kabar baiknya juga loh. Mau tau apa aja? Mari lanjut membaca J

Kamis, 09 Oktober 2014

Semester Tiga

Selamat datang semester tiga!

Cie yang udah jadi senior, ciee duoo tigoo.

Ehem.
Gakerasa ya udah masuk mahasiswa tingkat III aja, perasaan baru kemarin deh dateng kekampus pagi-pagi buta macam orang gila terus dibentak-bentak sama senior, selama seminggu tidur cuma 4jam/hari, kali pertama makan pete dan nangis karna gabisa nolak, tiarap, guling-gulingan dilapangan, cium bumi stikes subuh-subuh. Ah sudahlah, itu hanya masa-masa ospek yang sulit dilupakan saja.

Dan sekarang udah masuk semester 3. cie gitu.

Semester baru kan ya, banyak yang baru juga ternyata, mulai dari mahasiswa baru, ruang kuliah baru, komting baru, dan peraturan baru. Eits, peraturan baru? apasih? iya, peraturan baru. Jadi ceritanya dikampus lagi menerapkan aturan kepada mahasiswanya bagi yang cewe pakaiannya harus sopan dan bawahannya diharuskan pake rok, dan bagi yang cowo pakaian harus sopan dan bawahannya celana dasar. Jadi udah ga dibolehin lagi pake-pake celana jins setan-iblis gitu. Awal-awalnya banyak yang kurang setuju, tapi akhir-akhirnya diikutin juga.

Hmm. 

Rabu, 11 Desember 2013

Schedule Padat

Assalamu’alaikum..
Gimana kabar kalian? Baik-baik aja kan? J
Alhamdulillah kalo kabar kalian baik-baik aja, jaga kesehatan ya! :*

Btw, ini merupakan tulisan pertama gue di bulan ini ya. Sebenernya sih ini tulisan udah gue ditulis dari bulan kemarin, yatapi berhubung beberapa minggu terakhir ini schedule gue lagi padat-padatnya. Dan bulan kemarin itu gue ngelaksanain UTS perdana sebagai mahasiswa, udah gitu Tugas & Laporan  kuliah yang kudu dikumpul selalu ngantre  untuk dikerjai, dan juga ada proyek gede yang nyokap kasih ke gue. Maka dari itu, mana sempet gue mau ngurusin ini blog, jangankan mau ngurusin blog, yang ada badan gue yang makin kurus-_- ((eh?))

Kayanya gue mesti nyeritain sedikit tentang UTS perdana  gue dulu deh ya.

Nah, UTS perdana ini gue laksanain di minggu terakhir bulan lalu, dari 25nov – 30nov. Inilah pertama kalinya gue ngelaksanain UTS selama gue jadi mahasiswa baru. Ohya, UTS pertama kemarin gue dapet tempat duduk paling depan, apaan banget tuh ya, padahal kan urutan nama gue paling bawah, dan biasanya (dari jaman gue sd sampe sma) kalo ujian itu gue selalu dapet bangku paling belakang. Hmm.. Apa sekarang dunia udah kebalik ya? ((sambilan kayang))

Kalo mengenai Tugas & Laporan itu hampir setiap hari datang silih berganti.

Tugas-tugas yang dikasih sama dosen itu sebenernya sih ga wajib, mau dikerjain ya dapet nilai, kaga dikerjain ya kaga dapat nilai, ya tergantung mahasiswa nya mau dapet nilai atau engga, simpel kan? Tapi berhubung gue  gamau ngecewain orangtua dengan transkip nilai yang jelek diakhir semester, maka dengan terpaksa senang hati, semua tugas yang dikasih dosen, gue kerjain setuntas-tuntasnya, yawalaupun ngerjainnya selalu dekat-dekatan dengan deadline pengumpulan. Baik tugas yang dikasih 2 minggu lalu atau dikasih 2 hari yang lalu, rata-rata gue ngerjainnya H-1 sebelum pengumpulan, atau yang lebih ekstrim lagi, gue pernah ngerjain tugas itu H- beberapa jam sebelum pengumpulan terakhir. Kenapa gitu? Karena gue emang nyari sisi ‘The Power of Kepepet’nya ((alibi doang sih)). Eitsh tapi bagaimanapun juga, semua tugas itu gue ngerjain sendiri dong ya, ga copast dari punya temen, karena gue tau dosen itu hebat, beliau tau mana yang ngerjain ‘sendiri’ sama yang ngerjainnya ‘berjamaah’.

Dan untuk schedule terakhir, bulan lalu itu gue dapat proyek besar dari nyokap.

Berikut percakapan sebelum gue terima proyek tersebut:
Mama    : win, mau kerja ga? Penghasilannya gede loh..
Gue       : kerja? Winda ‘kan kuliah ma.. Emang kerja apaan ma?
Mama    : iya kerja, kerjaannya gaberat kok win, Cuma ngetik sekitar 30 lembar.
Gue       : gajinya berapa ma?
Mama    : gajinya? Tunggu dulu.. windanya mau ngga?
Gue       : hm boleh deh ma, waktunya sampai kapan?
Mama    : mama kasih waktu sebulan. Gimana?
Gue       : oke, winda mau! Sekarang, digaji berapa ma ngetik 30 halaman?
Mama    : mau nya berapa?
Gue       : terserah mama lah~
Mama    : kalo 500 ribu cukup?
Gue       : apa ma? 500 ribu? Beneran 500rb? Ngetik 30 lembar digaji 500rb? DEAL!!
Mama    : oke, deal! Besok mama antar bahan yang mau diketik + uang mukanya.

Itulah proyek gede yang nyokap kasih ke gue. Gue perjelas lagi nih ya, kerjaan itu sebenarnya tugasnya nyokap, nyokap disuruh sama kepala dinas untuk membuat semacam karya ilmiah gitu, gue sebagai anaknya dirental jadi tukang ketik beliau. Dan sangat-sangat gue syukuri dapet uang 500rb hanya dengan ngetiki tugas nyokap, nyambilan ngerjain tugas kuliah juga bisa, itung-itung kan lumayan ntu duit bisa nyembuhin bb gue yang udah hampir 5 bulan sekarat..

Nah,  itulah alesan kenapa gue jadi jarang nulis diblog beberapa minggu belakangan..

Lha, sekarang kok udah bisa nulis?
Ya.. Alhamdulillah, UTS gue ‘kan udah kelar, semua tugas yang besok mau dikumpul juga udah gue selesaian, dan proyek yang nyokap kasih juga udah beres. Dan.. uang 500rb hasil kerja keras gue udah full ditangan. Yaps, Bahagia itu emang sederhana ya, sesederhana sesuatu yang biasa berubah jadi indah. Asik.


Gue, winda(p)ratama. Selamat berak-tivi-tas!:*

Senin, 04 November 2013

Farmasetika 1-2-3


Hallo.
Apa kabar, blog? Maaf ya udah lama ga ngurusin elo. Gue sibuk banget akhir-akhir ini. Sibuk sama kuliah, praktikum, tugas-tugas, dan sibuk juga sama ospek jurusan yang berakhir disemester 2. Yah lo bayangin sendiri lah, pagi gue praktikum – siang gue kuliah – dan malamnya gue ngerjain tugas-tugas yang bisa dibilang enggak manusiawi banget. Itu untuk hari efektifnya, dan untuk weekendnya sendiri, hari-hari gue dipenuhi dengan kegiatan ospek. Dan semua aktifitas itu membuat gue jadi jarang nulis diblog ini. Fix gue baru ngerasain yang namanya jadi ‘MAHASISWA’ beneran. Yang awalnya gue kira mahasiswa itu cuma sok sok sibuk, tapi gue salah, jadi mahasiswa itu emang beneran sibuk! Beneran!

Kok gue jadi curhat gini ya?-_- Hm.. Tujuan gue ngeposting tulisan kali ini emang pengen curhat sih. Gapapa yekan. Dan topik curhat gue kali ini tentang praktikum farmasetika dasar. Boleh ya?
Dibawah ini, ada 3 praktikum farmaset selama bulan oktober kemarin.

Rabu, 02 Oktober 2013

Praktikum Perdana



SELAMAT BULAN OKTOBER GAISSSSS!! \o/
Ah telat!

FYI, Oktober gue kali ini, disambut dengan ramah tamah oleh ‘Praktikum Premier’.
Jadi, begini ceritanya..

Hari ini praktikum Farmasetika Dasar (fardas) perdana gue. Sehari sebelumnya, praktikum Kimia Dasar Farmasi (kimdasfarm), sama, perdana juga. Iya, inilah pertama kalinya gue praktikum selama 2 jam dilaboratorium yang banyak banget senyawa-senyawa kimia yang dulunya hanya gue ketahui melalui buku doang. Dan sekarang, senyawa-senyawa itu berada dihadapan gue, nyata. Eh norak juga ya jadi gue, praktikum perdana aje pake diposting segala-.- gapapalah ya, blog blog gue, suka suka gue dong. Bacot? Bikin blog sendiri sana! *salahfokus*

Balik lagi ketopik  ya.
Sebelum panjang lebar cerita, gue jelasin dulu ke elo biar lo nya gabingung. Jadi, gue kan dapet kelas B, nah kelas B itu jadwal kuliahnya dari hari Senin-Rabu jam siang,  dimana jam-jam tersebut adalah jam-jam nya membutuhkan asupan kafein lebih karena sangat rawan untuk bisa tertidur. Dilanjutin hari Kamis&Jumatnya baru dapet jam pagi. Alhamdulillah. Kebalikan dari kelas A. Kalo kelas A dari hari Senin-Jumat dapet kelas pagi mulu. Nah itu mengenai jadwal kuliahnya. Jadwal praktikumnya? Sabar-sabar, ini lagi gue ketik menggunakan 11 jari. Okey, mengenai jadwal praktikumnya, untuk kelas B sendiri, berhubung jam kuliahnya siang, jadi jadwal praktikumnya dapet pagi. Kebalikan lagi sama kelas A, mereka kuliah pagi, praktikumnya siang-sore. Sama ajalah itungannya.

Udah jelas belum tentang jadwalnya? Udahlah yaaa..

Nah, dalam praktikum ini, dalam satu kelas (54 orang) dibagi menjadi 3 shift, masing-masing shift terdiri dari 18 orang. Lagi-lagi, gue dapet shift terakhir, shift 3. Nasib punya nama urutan abjad terakhir mah gini. Oke-oke. Kali ini tujuan gue nulis dipostingan ini lagi dan lagipun hanya ingin curhat-curhat imut aja. Gue pengin ngebahas praktikum perdana gue yang berlangsung kemarin&hari ini. bahas yang kemarin aja dulu ya..

KEMARIN. Adalah praktikum Kimdasfarm (Kimia Dasar Farmasi). Jadwal praktikumnya jam set 9 – set 11. Gue dateng 1 jam sebelum praktikum dimulai, dan suasana kampus pun masih sepi banget, hanya 3-5 motor yang ada diparkiran. Kemarin itu, pas dilabor Kimdasfarm nya kita disuruh nyari buat kelompok yang terdiri dari 4 orang. Winda, Vonni, Ratih, Rilfandi. Itu kelompok gue. Tugas kami menyatat semua senyawa yang ada dihadapan terus dicari rumus kimia nya. Lalu, dilanjutin perkenalan alat&bahan praktikum yang wajib diketahui. Terus minggu depan kita disuruh ngumpul laporannya. Hmm. Mulai kerasa nih anak farmasinya (ini bukan keluhan ya). Praktik Kimdasfarm nya selesai. Lanjut ke praktikum hari ini..

HARI INI. praktikum Fardas (Farmasetika Dasar). Jadwalnya dari jam set 11 – set 1. Beda sama Kimdasfarm kemarin, dalam satu kelompok ada 4 orang, nah kalo di Fardas ini, satu kelompok cukup 2 orang. Guepun memilih Vonni sebagai pathner kerja gue selama 2 jam tadi. Oke, bagi gue praktik fardas ini lebih  mengasyikan ketimbang praktik yang kemarin. Kenapa? Karena pada praktikum Fardas ini kita semua boleh menggunakan alatnya. Mulai dari gunain timbangan obat, cawan, calung, yaa pokonya semua itu boleh kita ‘utak-atik’. Tadi itu kita semua disuruh nimbang obat, terus digerus obatnya, dan masukin obatnya  kedalam kertas perkamen. Akhirnya berhasil. Walaupun diawalnya ada sedikit masalah. Jadi awalnya itu dosen nyuruh nimbang apapun senyawa yang ada diatas rak. Jadi gue lihat dihadapan gue banyak senyawa yang namanya aneh-aneh, ada 2 nama yang begitu familiar, yaitu Norit dan Paracetamol. Gue diskusi sama Vonni. Gue memutuskan untuk menimbang norit, karena dari sederet senyawa-senya itu yang menarik perhatian gue cuma norit, iyasih warnanya doang yang bikin beda dari yang lain. Gue tertarik sama dia. Ketika si Norit udah ditimbang, terus noritnya dimasukin ke cawan, digiling pake calung. Dosennya keliling-keliling meriksa pekerjaan temen-temen gue yang lain. Pas giliran pemeriksaan kerjaan gue, dosennya malah negur, “GAK ADA ORANG YANG GERUS NORIT” “TUH KAN ITEM SEMUA CAWANNYA, BERSIHIN SANA! GANTI SENYAWA YANG LAIN!!”. Ini emang kesalahan gue, gue terlalu disilaukan oleh warna norit yang hitam. Gue sama Vonni pun ganti senyawa, kami ambil senyawa yang kedua tadi, Paracetamol. Dan alhamdulillah, hasilnya memuaskan.

Okeee.. sesi curhatan mengenai ‘Praktikum Premier’ gue udah selesai. Mungkin dilain waktu bakal gue tulis lagi sesuatu yang menurut gue pantas dituliskan. Selesai baca postingan ini, mampir juga dong ditulisan gue yang lain. Lafyuu<3

Senin, 09 September 2013

OSPEK

Baiklah, ini adalah sambungan dari tulisan aku sebelumnya ya. Nah, disini aku hanya ingin curhat-curhat random aja, enggak bermaksud untuk menjelekkan beberapa nama kok. Okedeh, dipostingan kali ini aku bakal bongkar apa aja agenda ospek selama seminggu, tips-tips bodoh yang aku praktik-in, kesan dan pesan selama ngikutin ospek kemarin, serta keinginan yang ingin aku wujudkan. So, mari siapkan mata, air putih, dan beberapa cemilan agar kamu ga ngantuk selama baca tulisan ini. Yaudahdeh, langsung aje ye.. 

1.   Agenda ospek selama seminggu

Senin(2/9) itu kegiatan praospek. Sebelum lanjut cerita panjang lebar, kamu harus baca dulu –Praospek hari pertama-

Selasa(3/9) masih dalam kegiatan praospek hari kedua. Dihari itu adalah hari dimana jam 8 pagi udah ngumpul dan sekitar jam 18:30 baru pulang. Dan dihari itu juga udah mulai disuruh buat atribut aneh-aneh yang untuk besok kudu wajib dipake. Beberapa atributnya itu: topi setengah bola, kalung permen liontin empeng bayi, gelang dari kabau+jengkol, ikatpinggang rumbe-rumbe + pete sama terong, sepatu petani, kaos kaki cibi-cibi kanan, kaos kaki bola kiri, dan tas dari sarung. Kurang aneh apalagi coba disuruh pake gitu-gituan?hih-_- mana adalagi disuruh bawa barang-barang yg lain lagi seperti: mie, sarden, silverque*en, toblero*ne, cadbu*rry, susu kaleng, minuman te*bs, sabun, sampo, eh pokonya banyak lagi deh.-. itu semua harus dibawa keesokan harinya loh! Gilak banget kan, ya terpaksa deh jatah tidur aku kepake cuma buat ngerjain itu semua :’

Senin, 02 September 2013

Pra-Ospek Hari pertama

"ALHAMDULILLLAH YA ALLAH..."

Itulah kata-kata syukur yg aku ucapin pertama kali setelah Pra-ospek hari ini selesai. Aku disini pengin sedikit nyeritain apa-apa aja yang aku jalani selama Pra-ospek tadi yaaa. Baca baik-baik nih! 

Hari ini adalah Pra-ospek pertama yang dilaksanain mulai dari jam 10.00 WIB sampai jam 17.00 WIB. Lumayan melelahkan memang, eh bukan lumayan lagi, sangat-sangat-sangat melelahkan :'| *fiyuuh* apalagi setelah berbulan-bulan jadi pengangguran yang hari-harinya selalu dipenuhi dengan bermalas-malasan. Capeknya total men!

Lanjut cerita ya.. pas jam 10.00 tadi kita -maba- langsung disuruh ngumpul di aula gitu. Semua jurusan gabung jadi satu. Gilak disatu ruangan ada sekitar kuranglebih 300 orang. Panas, pengap, bising, semua menyatu. Didalem aula, kita semua kerjaannya cuma berdiri-duduk-berdiri-duduk. Duduk disaat panitianya 'ngoceh-ngoceh', berdirinya disaat nyanyiin yel-yel. Mau tau yel-yel umum kita? bentar ya aku ketik dulu..

Jumat, 30 Agustus 2013

H-3 Menuju Pra-Ospek

Yeaaahh..
3 hari lagi gue bakal menjadi peserta maba yang bakal diospek abis-abisan. Iya, tanggal 2&3-september pra-ospeknya, tanggal 4-7 ospek benerannya. Tanggal 2 besok itu belum disuruh bawa atribut yang aneh aneh sih, cuma disuruh datang sambil pake kemeja putih, rok hitam, sama sepatu pansus hitam. Duih, pake pansus? aelah kek anak smk ajadeh-_- 

Denger-denger nih ya, katanya pas 'ospek beneran' itu  kita -maba- disuruh dateng jam 4 pagi. ckckck. Ngapain coba sepagi itu dateng kekampus? subuhan aja belum-.-  tapi itu baru denger-dengernya doang sih, kita liat aja besok. Kalo beneran  bakal gue lanjutin dipostingan selanjutnya, kalo gabener, ya tetep gue tulis juga kok. Jadi jangan khawatir ya, beibeh. Lanjut ceritanya pas lagi/sesudah ospek yaaaaaw ;)