Tampilkan postingan dengan label Untaian Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untaian Kata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Desember 2017

Ruang dan Jarak yang Tak Sama

                   
Setiap bulannya, walau hanya sehari-semalam, sebuah keluarga kecil akan berkumpul. Ibu, bapak, serta dua anak, berkumpul, sekedar temu rindu, bercerita, makan, dan ngopi bersama. Memang, tidak seperti keluarga lain yang bisa kapan saja melakukan hal-hal tersebut secara bersama. 

Tapi, mereka percaya, ketidakbersamaan fisik yang selalu, tak membuat mereka berkeluh. Walau ada ruang dan jarak yang tak sama, mereka percaya, Allah yang Maha Pemelihara pasti akan membersamai mereka dalam lindungan-Nya.

Rabu, 08 November 2017

Menua Bersama

Rabu, 8 November 1995.

Hari dimana Lelaki berusia dua-puluh-lima tahun menjabat tangan wali dari wanitanya yang usianya berbeda dua-tahun lebih muda. Lelaki itu mengucapkan janji yang disaksikan oleh kedua belah pihak keluarga dan para kerabat, dan yang pasti, Allah Yang Maha Menyayangi juga menjadi saksi janji itu. Hari itu, akad nikah yang sederhana terlaksana.

Rabu, 8 November 2017.

Dua-puluh-dua tahun yang dilalui bersama. Mereka menua, bersama. Suka-duka hingga tangis-tawa. Yang awalnya berdua, hingga sekarang, bertambah dua lagi yang melengkapi keduanya. Mereka, berempat, serta keturunan yang berikutnya, yang Allah jadikan sebagai keluarga didunia saat ini, pun  disurga nanti, insyaAllah.

Hari apapun, 8 Novemember disetiap tahun kedepannya adalah hari dimana mereka akan saling mengingat, betapa Allah Maha Kuasa untuk menjadikan dua orang yang tak saling mengenal diawal, menjadi saling mengasihi hingga akhir. Mengingat betapa Allah memberikan nikmat untuk selalu bersama,  hingga dihari tua. 

Kamis, 29 September 2016

Tiga Puluh Lima Menit

10:25

Aku sendiri, berdiam disudut ruang yang gelap. Dengan setumpuk perasaan yang berkeliaran. Perasaan yang melarikan diri disekitar keheningan yang sunyi. Kucoba untuk menyatukannya kembali. Yang berkeliaran untuk berhenti berlari. Tampaknya sulit. Sesulit menyatukan air dan minyak tanpa surfaktan.

10:30

Perasaan, yang tadinya setumpuk, kini telah bertumpuk-tumpuk. Yang tadinya hanya berkeliaran, kini telah pergi jauh hingga tak terlihat. Semakin sulit untuk kusatukan.

10:35

Adalah segenggam kafein yang mungkin paham akan keadaan ku sekarang. Yang mungkin mampu mengurangi sedikit permasalahan. Dan sampai sejauh ini aku masih bingung akan pemahaman untuk mengerti. Sulit sekali rasanya menerka-nerka apa maunya hati.

10:40

Lima belas menit sudah berlalu, aku masih mencoba untuk menyatukan kepingan-kepingan perasaan yang berkeliaran. Selayaknya puzzle, aku harus segera menyatukan mereka. Sebelum semuanya lupa. Aku adalah lupa, selalu lupa jika tidak dilakukan segera.

10:45

Masih dengan ketidakpahaman akan hati, aku mencoba mengais-ngais perasaan. Bukan lagi mencari apa yang diinginkan hati. Tapi lebih dari mencari apa yang dibutuhkan hati. Lelah. Tetapi ada secercah harapan ketika ada kemauan. Entah disebut apakah itu hingga semuanya perlahan berhenti berkeliaran, menetap diam diposisi terakhir. Kucoba untuk membawanya ke satu titik. Sempurna, semua kepingan telah berada ruang yang sama.

10:50

Walau diruang yang sama, tidak berarti mudah untuk segera tau apa maunya hati. Kepingan itu hanya perlu disusun. Satu demi satu kepingan itu kuletakan ditempat semestinya. Sedikit sulit untuk menyatukan mereka tanpa perekat. Ya, aku masih membutuhkan perekat selayaknya surfaktan yang mampu merekatkan air dan minyak, perekat untuk menyatukan kepingan-kepingan itu. Kepingan-kepingan perasaan yangs sedari tadi tak kunjung dimengerti.

10:55

Ah, tampaknya semesta pun tau akan keadaan ini, hingga entah siapa yang tiba-tiba meletakan perekat disudut ruang tempat berkumpulnya perasaan. Perekat telah kudapat. Saatnya menyatukan kepingan-kepingan perasaan itu. Sedikit ragu, akankah ketika disatukan kembali, semuanya  benar-benar menyerupai keadaan awal? Ah, tak ada lagi waktu untuk meragu. Segera satukan adalah pilihan yang terbaik. Sedikit. Perlahan. Tampaknya sudah ada pesan dalam penyatuan kepingan perasaan ini. Hanya tinggal beberapa kepingan lagi. Hati akan tau apa yang diinginkannya selama ini.

11:00

Setelah melewati tiga ratus detik lamanya dalam penyusunan kepingan-kepingan itu, hati telah tau apa perasaan yang berkeliaran selama tiga-puluh-lima menit yang lalu. Perasaan itu adalah rindu. Rindu yang semakin lama semakin membendung. Mencapai batasnya. Rindu yang sulit untuk disampaikan. Bukan hanya sulit, bahkan mungkin, takan pernah tersampaikan. 

Rabu, 27 April 2016

Dalam Penantian Kami Berdoa

Ya Allah yang Janji-Mu takan pernah ingkar.

Siapkanlah seseorang yang akan mendampingi sisa hidup kami
Yang akan dengan senang hati membimbing kami kejalan yang Engkau ridhoi
Yang selalu memuliakan kami sebagai pasangan halalnya

Ya Allah Yang Maha tempat kami meminta.

Dia yang kami harapkan adalah dia yang sekarang sedang memperbaiki diri
Dia yang menjaga pandangannya
Dia yang baik agamanya, baik amalan wajib dan sunnahnya
baik bacaan qur'annya, baik rezekinya, baik pula rupa, akhlak dan santunnya

Dia yang mempunyai hati yang menentramkan
Mempunyai tatapan yang meneduhkan
Mempunyai lisan yang menyejukkan
Adalah dia yang apabila kami bersamanya, surgaMu terasa begitu dekat Ya Rabb

Ya Allah yang mengetahui segala isi hati.

Bantulah pula kami untuk memantaskan diri
Memperbaiki selayaknya seperti dia yang kami harapkan
Agar kelak pantas mendampingi dia sehidup hingga sesurga
Bersama, selamanya. 

Sabtu, 17 Agustus 2013

Dirgahayu Indonesiaku


Tujuh belas agustus, iniah hari kemerdekaan kita, hari lahirnya bangsa indonesia
Selamat ulangtahun indonesiaku, tanah airku, tempat kelahiranku
Tak terasa sudah 68 tahun kau telah merdeka
Membawa sekitar 260 juta penduduk untuk merdeka bersama, tanpa adanya penjajah
Oh indonesiaku..
Sudah banyak perkembangan yang telah kau nampakkan kedunia
Aku bangga mempunyaimu
Bukan hanya aku, tapi seluruh rakyat ini mencintaimu
Oh indonesiaku..
Tetaplah menjadi negara yang sopan, yang selalu menjaga budaya bangsa
Teguhkanlah arti Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan negara kita
Selama hayat masih dikandung badan, kau tetaplah negaraku, pusaka bangsa.


Teruntuk pahlawanku:

Senin, 03 Juni 2013

Aku, Kamu, dan Gedung Biru

Tanpa berkenalan, tanpa pula berjabat tangan. Kita diatur semesta untuk langsung bertatapan, dan buru-buru mengalihkan pandangan. Iya, sesederhana itu awal pertemuan kita dulu. Apa kau masih ingat? Entahlah.

September lalu, takdir menyatukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu, digedung bercet biru itu. Pertemuan kita yang sederhana itu berlalu begitu saja, sampai saat ini. Ternyata aku yang terlalu berharap, sampai saat ini juga. Dahulu, aku mengira perkenalan kita bisa menuju kearah mata angin bahagia, saling bahagia merasakan dunia bersama, dalam artian cinta. Tapi perkiraanku salah, kita dipertemukan hanya untuk saling bertatapan, tanpa sapaan, tanpa pula saling memperjuangkan. Mungkin benar, diantara kita saling gengsi, sampai berharap terlalu tinggi, hingga menyebabkan salahsatunya sakit hati.

Minggu, 19 Mei 2013

Berusaha Moveon Tanpa Pernah Memiliki

Mencintai diam-diam itu sebenernya hanya membuat kita yang ngerasain menjadi pribadi yang labil. Kenapa aku bilang labil? Karena, disinilah semua emosi kita bekerja (barengan). Misalkan, detik ini kita ngerasa seneng karena dapat respon baik dari seseorang yang kita cintai itu. Didetik berikutnya, kita bisa aja jealous/cemburu karena ngeliat dia lagi deket dengan seseorang dan yang pasti seseorang itu bukan kita. Atau bisa aja, didetik berikutnya kita malah kecewa karena dia yang kita cintai gak peka sama perasaan kita. Dan masih banyak didetik-detik berikutnya lagi yang bisa kita rasain tanpa kita rencanain. Who knows?

Benerkan, dalam hal mencintai diam-diam itu terselip berbagai emosi? Iya, mulai dari 3C –care,cemburu,cinta- sampai kecewa, sumringah, sensian, and many more feelings that arise. Ya ibatkan adonan kue yang bersumber dari berbagai macam bahan; campur aduk dalam satu perasaan. Dan satuhal yang harus kita ketahui, perasaan campur aduk itu cuma kita aja yang ngerasain, bukan dia; dia yang kita cintai itu, dia yang gak tau apa-apa tentang perasaan kita, gak bakal ngerasain apa-apa.

Selasa, 23 April 2013

Diam Diam

Sssst. Diam!

Diam-diam aku mulai mengagumi mu.
Diam-diam aku mulai menyukai mu.
Diam-diam aku selalu memantau mu.
Diam-diam aku selalu memperhatikan gerak-gerik mu.
Diam-diam aku sering melihat linimasa twitter mu.
Diam-diam aku sering mengkhayal tentang mu.
Diam-diam aku mulai merasakan rindu.

Itulah secercah penggalan seseorang yang mencintai secara diam-diam. Apakah kamu pernah merasakannya? Bagaimana rasanya? Awalnya mungkin enak, tapi pada akhirnya bisa aja nyiksa diri sendiri. Bagi kamu yang udah pernah ngerasain rasanya mencintai diam-diam, mungkin udah gaperlu dijelasin lagi, udah pada tau lah. Nah bagi kamu yang belum pernah ngerasain, bisa kamu baca cerita simpel dibawah ini..

Ini dia contohnya, cerita tentang ‘mencintai secara diam-diam’..
Perkenalkan, nama aku Azura, aku termasuk cewek pemalu, tapi gak malu-maluin lah. Kali ini aku mau nyeritain sedikit pengalaman aku waktu masih disekolah. Ohya, ceritanya memang waktu sekolah, tapi kisahnya disuatu bimbel ternama dikotaku.
Begini ceritanya...

Rabu, 10 April 2013

Aku

Aku adalah wanita pertama yang dilahirkan dari rahim seorang wanita mulia.
Aku, yang kata mama harus jadi wanita kuat, patuh, taat, dan serba bisa.
Aku, yang kata papa harus jadi wanita yang tidak manja, mandiri, dan percaya diri.
Aku, yang kata mereka harus jadi contoh yang baik untuk adik-adikku.
Aku harus buktikan bahwa aku bisa menjadi ‘apa yang dikatakan mama-papa’
Aku harus jadi wanita kuat, yang selalu tabah jika ada masalah.
Aku harus jadi wanita yang tidak lemah, yang tidak hanya mengandalkan air mata.
Aku harus jadi wanita yang percaya diri, bisa mengendalikan emosi dan berprestasi.
Aku, yang harus bisa jadi kebanggaan mereka kelak.
Aku berjanji, suatu saat nanti. :)

Kamis, 24 Januari 2013

Secret Admirer


Secret admirer. Iya, entah dari kapan tugas yang bisa dikatakan tidak penting ini aku jalanin. Aku rasa sejak aku mengenal sosok indah dari mata kamu. Kamu yang udah bisa bikin aku mengkhayal lebih tinggi, kamu yang selalu aku pantau dari kejauhan, kamu yang tidak tau apa yg aku rasain ketika kamu ngelirik aku;otomatis langsung sumringah, kamu yang tidak tau kalo kamu itu udah aku puja, kamu yang tidak tau kalo sebenarnya aku sering datang cepet supaya bisa lihat kamu lebih dulu. Iya, lagi-lagi kamu tidak tau. Kalo kamu tau, berarti peran aku jadi secret admirer sudah terbongkar dong.
Singkatnya arti secret admirer itukan pemuja rahasia. Jadi, aku udah lumayan nyaman dengan merahasiakan perasaan aku ke kamu. Entah itu akan menimbulkan efek negatif atau positif bagi diri aku, yang jelas sampai saat ini fun-fun aja. Ohya, jadi secret admirer itu tugasnya selain harus menjaga ke-rahasia-an perasaan sama orang yang dia suka, ada tugas lain yang lebih penting, apalagi kalo bukan NGESTALK SEMUA SOCIAL MEDIA nya dia!! Tugas ini sangat sangat penting bagi seorang secret admirer. Iya lagi-lagi secret admirer itu berhubungan dengan kepo. Jadi gini urutannya: “secret admirer - kepo – stalking – (akhirnya) bisa seneng bisa nyesek”. You know what? Seorang secret admirer itu kepo nya overdosis. Iya, semacam berlebih-lebihan gitu.
Jadi secret admirer itu bisa seneng, bisa nyesek. Simak yang ini baik-baik deh>>>

Selasa, 25 Desember 2012

Sendiri Merasakan Cinta

Terjaga ku dimalam ini
Sendiri menatap langit langit kamar
Anganku melayang jauh
Tanpa terasa air mata pun mengalir disudut mata

Cinta...
Aku disini menantimu
Setiap denyut nadi yang kuingat hanya dirimu
Lelah ku menyeka air mata ini
Namun tangisku kian tak tertahankan

Sudah... Hentikan!
Aku terus mencoba untuk tak memikirkanmu lagi
Namun apa daya?
Bayanganmu selalu menari dipelupuk mataku
Jangan berikan senyuman terindahmu lagi buatku
Karena aku tau hati mu hanya untuk dia, sahabatku...

Ayu Sri Nugraha – 23thn.

Senin, 24 Desember 2012

Untuk Calon Wakil Rakyatku

Senyum manis di wajahmu terpampang disetiap sudut kota
Bersamaan dengan buaian janji yang manis pula
Beribu janji yang kau umbar
Semua itu hanya untuk membuat kita simpati
Tapi apa mungkin semua itu sesuai dengan harapan dan impian seperti yang kau janjikan?
Atau malah sebaliknya?

Oh penguasa...
Jangan bebani kami lagi dengan himpitan ekonomi ini
Kami tertatih merangkak penuh dengan peluh, demi sesuap nasi
Kami tak butuh obral janjimu
Kami hanya ingin damaikan dan sejahterakan bumi kita
Bumi Indonesia tercinta.

Ayu – Winda.