Senin, 04 Juli 2016

Sesederhana Itu


Entah kenapa, akhir-akhir ini saya selalu mencoba memahami tulisan dari quotes yang saya baca. Kalo dulu sih, baca sekedar baca. Sekalipun memahami, hanya sebatas paham, lalu lupa.

Salah satu quote yang saya ingat dan seolah menjadi salah satu reminder hidup adalah:

“ perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlalukan ”


Dari quote tersebut dapat disimpulkan bahwa: posisikan diri kita dengan oranglain. Nah disini, bisa jadi semacam cerminan diri. Kenapa? Karena disaat kita ingin berbuat jahat ke seseorang, bagaimana sikap kita jika kita dijahatin orang. Atau, disaat kita melapangkan kesulitan orang, bagaimana rasanya jika kesulitan kita dilapangkan orang. 

Iya, sesederhana itu. 

Minggu, 03 Juli 2016

Praktik Kerja Lapangan

Waktu, terasa lama jika ditunggu.

Inilah yang saya rasakan pada minggu pertama melaksanakan kewajiban Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dua tempat. Tempat pertama: RS BHAYANGKARA, mulai praktik dari jam 08.00 – 14.00. Tempat kedua: APOTEK GRACIA, dari jam 16.00 – 21.00. Rutinitas ini berlangsung selama dua minggu berturut-turut. Dengan waktu dua minggu tersebut, yang pada awalnya ngerasa terbebani, capek, lelah, dan segala bentuk keluhan lainnya, hingga sampai di hari-hari terakhir yang udah terbiasa, jadi ngerasa betah dan ngerasa "kok dua minggunya cepet banget ya.."

Sebagai calon Apoteker yang masih berjuang mendapatkan gelar S.Farm, di tempat PKL ini lah saya baru tau bagaimana menyelaraskan antara teori yang dipelajari dikelas, dengan kenyataan yang ditemukan dilapangan. Yang biasanya dikelas hanya sebatas teori yang ditunjang dengan referensi, setibanya dilapangan, adalah bagaimana sikap yang akan kita lakukan terhadap  teori yang telah ada.

Di lahan PKL, banyak sekali ilmu-ilmu baru yang saya dapatkan. Mulai dari  belajar membaca resep, menyiapkan, memahami indikasi, serta bagaimana cara penggunaan dari obat-obat yang dibutuhkan pasien. Disamping itu, saya belajar pula bagaimana memberi Pelayanan Informasi Obat (PIO) kepada pasien dengan berbagai macam latar belakang. Belajar tentang pemesanan obat, penyimpan obat, serta belajar bagaimana meracik obat dengan tepat waktu. Nah, untuk hal meracik ini, selain harus tepat waktu, yang perlu diperhatikan adalah tepat dosis. Iya, soalnya yang akan kita racik disini adalah obat yang akan dikonsumsi pasien, bukan lagi ngeracik obat hanya untuk dapetin nilai praktikum  MK Farmasetika Dasar. Jangan sampai asal-asalan, ya. Harus hati-hati.

Alhamdulillah, pengalaman baru pun terukir. Terimakasih untuk kakak-kakak yang sudah membimbing saya dari awal. Barakallah untuk ilmunya ya, Kak. Terimakasih pula rekan-rekan sejawat yang menjadi partner dua minggu ini.  Yang awalnya kita gak deket-deket amat dikampus, akhirnya sedikit banyak jadi tau sifat masing-masing. Semoga kita jadi Apoteker-apoteker yang sukses dimasa depan, ya.




Jambi, 20 Juni 2016 - 2 Juli 2016



   -win-          

Rabu, 27 April 2016

Dalam Penantian Kami Berdoa

Ya Allah yang Janji-Mu takan pernah ingkar.

Siapkanlah seseorang yang akan mendampingi sisa hidup kami
Yang akan dengan senang hati membimbing kami kejalan yang Engkau ridhoi
Yang selalu memuliakan kami sebagai pasangan halalnya

Ya Allah Yang Maha tempat kami meminta.

Dia yang kami harapkan adalah dia yang sekarang sedang memperbaiki diri
Dia yang menjaga pandangannya
Dia yang baik agamanya, baik amalan wajib dan sunnahnya
baik bacaan qur'annya, baik rezekinya, baik pula rupa, akhlak dan santunnya

Dia yang mempunyai hati yang menentramkan
Mempunyai tatapan yang meneduhkan
Mempunyai lisan yang menyejukkan
Adalah dia yang apabila kami bersamanya, surgaMu terasa begitu dekat Ya Rabb

Ya Allah yang mengetahui segala isi hati.

Bantulah pula kami untuk memantaskan diri
Memperbaiki selayaknya seperti dia yang kami harapkan
Agar kelak pantas mendampingi dia sehidup hingga sesurga
Bersama, selamanya. 

Jumat, 26 Februari 2016

SEMESTER LIMA


Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Pada kesempatan kali ini saya mau berterimakasih yang amat sangat kepada Allah karena masih memberikan umur, rezeki, serta kesehatan. Terimakasih pula kepada Mama, Papa dan Adik yang tiap hari selalu jadi ‘alarm’ untuk mengingatkan sholat, makan, dan belajar. Terimakasih juga atas uang bulanan yang selalu dilebihkan ya, Ma Pa. Ohya,  nggak ketinggalan, thanks to semester lima yang melelahkan!

Sesuai judul dari tulisan ini, topik yang akan saya bahas kali ini mengenai suka duka nya jadi mahasiswa semester lima khususnya mahasiswa farmasi. Cocok banget nih buat kamu adek-adek semester bawah yang penasaran dengan ‘gimana sih kak jadi mahasiswa semester 5 itu?’  semoga tulisan ini bisa  sedikit memberi informasi. Itupun jika ada.

Mulai  ya.

Sebelum masuk semester lima, saya sudah mendapat kabar burung dari kakak tingkat yang dengan sangat  cepat beredar. Kabarnya itu bukan sekedar kabar burung semata, tapi benar-benar fakta. Iya, jadi gini, pas akhir-akhir semester empat lalu, kita dapat info dari kakak-kakak tingkat kalo semester lima itu semester yang paling sulit, paling capek, paling banyak keluar duit, paling ribet, paling-paling deh pokoknya. Dan ternyata infonya itu akurat, berimbang, dan terpecaya. Yang kita dapatkan pada saat itu emang sih hanya kabar buruknya aja. Tapi setelah dijalani, ternyata ada kabar baiknya juga loh. Mau tau apa aja? Mari lanjut membaca J

Senin, 14 September 2015

Belajar Jadi Pengusaha


Assalamu’alaikum  warahmatullahi wabarakatuh.

Bagaimana kabarnya saudara-saudariku? Semoga kalian semua selalu dalam keadaan yang terbaik. By the way ini merupakan postingan pertama saya ditahun 2015. Iya, akhir-akhir ini hampir semua media sosial jarang saya mainkan, terlebih blog ini. Itu dikarenakan bulan September 2014 lalu, laptop yang selalu menjadi tempat saya nyurahin apa yang saya pikirkan menjadi sebuah tulisan di blog ini hilang diambil orang, sehingga jangankan mau buat tulisan diblog, buat tugas kuliah saja saya harus nebeng dulu minjem laptop temen. :’)

Disamping itu, akhir-akhir ini terutama awal april lalu, saya disibukan dengan kegiatan yang baru, yang bener-bener baru. Tepat pada tanggal 1 April 2015 lalu, saya sama tante buka usaha, ya semacam belajar jadi young entrepreneur gitu deh. Fyi, usia saya  dan tante tidak terpaut jauh, saya kelahiran tahun '96, sedangkan tante kelahiran tahun '90, cuma beda 6 tahun doang, jadinya banyak hal-hal yang sepikiran. Ohya, usaha yang kami dirikan ini usahanya itu usaha perempuan banget, usaha Laundry. Awalnya sih kita mau buka toko muslimah gitu yang jual baju, rok, gamis, dan  jilbab, tapi karena keterbatasan modal yang kami miliki, yaudah deh fix nya laundry aja. Modalnya fifty-fifty dengan tante. Ohya, untuk modalnya sendiri, saya bermodal dari hasil tabungan saya yang rencananya mau dibelikan laptop, tapi berhubung uangnya masih jauh sekali dari budget harga laptop, yaudahlah dimodalkan saja untuk buka usaha, berharap usahanya lancar, modal kembali, meraih keuntungan yang berlipat-lipat. 

Pada bulan pertama, penghasilan bersih yang kita dapatkan  tidak  banyak, maklumlah belum punya banyak pelanggan. Karna ini usaha saya dan tante yang mengelolah, kita bagi-bagi tugas. Saya yang antar-jemput laundry, tante yang nungguin kiosnya. Ohya, Bos nya kita berdua, karyawannya pun kita berdua. Iya, kita emang sengaja engga pakai karyawan, karena kalo pakai karyawan nanti malah kitanya yang gadapat gaji. Hitung-hitungannya harus pandai, biar ga rugi. Maklumlah, tante anak jurusan ekonomi, paham betul masalah untung rugi. Kalo saya mah anak farmasi, yang pasti...... punya hati. *ehm*